Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Ngentot Anal Wiwik Wanita Bersuami

  Tradingan.com - Jam sepuluh malam seperti kebiasanku yang suka JJM, sebuah versi lain dari JJS, aku masih keluyuran di sekitar Taman Topi Bogor. Aku jalan ke Pasar Kebon Kembang cari makanan lewat depan Stasiun Bogor. Stasiun telah sepi. Kereta terakhir masuk pukul 21.35 tadi.

Kulihat seorang wanita mondar-mandir di depan stasiun dan melongokkan kepalanya ke dalam. Kelihatannya dia mencari atau menunggu seseorang. Kuhampiri dia dan kutanya.

“Cari siapa, Teh?” Teteh adalah panggilan kakak perempuan dalam bahasa Sunda.
“Anu, .. Eh.. Saya cari Ibu Eti yang jualan di dalam kompleks stasiun,” jawabnya.
“Oh. Stasiun sudah tutup. Kereta tadi sudah masuk jam setengah sepuluh” kataku.
“Aduh! Gimana ya? Tadi janjian dia nunggu sampai saya datang,” katanya lagi.
“Teteh mau kemana sih?”
“Mau pulang ke Cianjur. Tapi kalau kemalaman nginap dulu di tempat Eti. Sekarang ia nggak ada. Gimana ya?” katanya gelisah.


Pikiran nakalku mulai muncul.

“Teh, jam segini mobil ke Cianjur sudah nggak ada. Paling besok pagi-pagi baru ada. Begini saja, teteh nginep aja di penginepan, baru besok pagi berangkat ke Cianjur”.
“Saya nggak bawa uang cukup untuk nginep di hotel”.
“Kalau teteh mau, kita nginep aja sama-sama. Nanti saya yang bayar. Saya juga lagi males pulang. Teteh tidak akan saya apa-apakan kok”, kataku meyakinkannya.
“Dimana?” tanyanya.
“Sudahlah. Teteh percaya aja sama saya,” kataku lagi. Mangsa sudah di depan mata, sayang kalau dilepas.
“Eee, tapi benar ya aku nggak akan diapa-apakan,” akhirnya dia menyerah.

Kuajak dia untuk makan mie dulu. Sekedar menambah energi kalau nanti diperlukan. Setelah makan, kami berangkat ke sebuah Wisma T di sekitar pasar Kebon Kembang. Wanita tadi mengenakan celana panjang kain dengan blus warna terang lengan panjang dan membawa tas pakaian kecil. Singkat kata kami sudah berada di dalam kamar dan berbaring berdampingan. Selangkah lagi maka aku akan menikmati tubuh di sampingku ini.

Ia masih kelihatan gelisah. Kuhibur dia,”Sudahlah Teteh tenang saja. Besok pagi saya antar ke Baranangsiang cari mobil ke Cianjur”.

Dia agak terhibur dengan kata-kataku.

“Ngomong-ngomong Teteh ini tadi darimana sih?” tanyaku menyelidik.
“Dari Rangkas, tadinya mau langsung ke Cianjur tapi saya kemalaman”.

Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya saya tahu tentang dirinya. Namanya Wiwik, suaminya seorang PNS berasal dari Tim-tim. Sudah beberapa lama sedang tugas belajar ke luar kota. Aku semakin berani dan kugeserkan badanku merapat ke badannya. Aku berpikir, kalau dia sudah mau diajak menginap dengan seorang yang baru dikenal, apapun alasannya pastilah dia mau untuk ditiduri. Setelah yakin bahwa keadaan sudah terkendali kupeluk dia dan dengan cepat kucium bibirnya. Ternyata iapun membalasku.

“Ouhh, kamu ternyata.. Ayo aku mau kita saling memuaskan malam ini. Selama suamiku tugas belajar aku sangat merindukan sentuhan laki-laki. Sebenarnya sejak dari stasiun tadi waktu kamu mengajakku nginap, aku mau..”
Kuremas dadanya dan mulai kubuka kancing blusnya. Dipegangnya tanganku,”Kecil To. Kamu nanti kecewa,” katanya.
“Ah, nggak,” kataku sambil terus membuka kancing bajunya.
“Biar aku saja yang buka!” katanya sambil memegang tanganku.

Akhirnya ia membuka pakaiannya dan akupun membuka pakaianku sendiri. Kini tinggal pakaian dalam saja yang melekat di tubuh kami. Kupandangi sejenak wanita di sampingku ini. Kulitnya cukup putih, tingginya dan perawakannya sedang dengan dada yang tidak terlalu besar, 34, tapi masih terlihat kencang.

Dalam keremangan kamar kulihat Wiwik menggerak-gerakkan bibirnya untuk membersihkan lipstik. Aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Sedikit bau keringat di tubuhnya membuatku semakin penasaran.

Ditubruknya tubuhku dan ia sudah naik di atas tubuhku. Kemudian tanpa ragu lagi kulumat bibir Wiwik dan ia mulai terbawa permainan bibirku dan segera membalas lumatanku dengan penuh gairah. Kemudian tanganku mulai bermain di dadanya, menyusup di balik bra-nya. Buah dadanya masih kencang dan bulat, setelah itu langsung kuremas dan kupilin putingnya. Nafas kami mulai berkejaran. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia