Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Ngentot Anus Santi Wanita Bersuami 1
Iklans.com - Santi sebenarnya adalah kenalan lamaku. Dia dulu seorang PSK. Aku mengenalnya ketika ia masih menjalankan pekerjaan lamanya tersebut. Waktu itu aku masih kuliah. Satu sore sepulang dari daerah Cideng, aku melewati wilayah Tanah Abang yang secara harfiah berarti tanah merah. Dan memang daerah ini dikenal sebagai daerah merah. Karena haus aku mampir ke sebuah kedai dan memesan minum.
Di dalam kedai ada seorang wanita yang berdandan sederhana, tidak ada riasan wajah menyolok atau pakaian yang mengundang. Aku duduk di depannya.
“Baru pulang kerja, Mas?” tanyanya ramah.
“Iya,” jawabku singkat. Sebenarnya tidak, karena waktu itu aku memang belum bekerja.
Ia mulai memberiku beberapa pertanyaan lagi dengan nada yang ramah, namun mulai mengarah dan akupun dapat menduganya bahwa ia salah satu wanita yang sedang mencari mangsa. Akupun tahu namanya, Santi, asalnya Tegal. Tingginya sekitar 155 cm dengan dada cukup besar.
Akhirnya pertanyaan pokokpun terucap dari mulutnya.
“Istirahat dulu, Mas?”
Aku pura-pura bodoh dan tidak tahu arah pembicaraannya.
“Istirahat di mana? Ini juga mau pulang, istirahat di rumah,” kataku.
“Ah Mas ini. Jangan pura-pura. Kita ke kamar yuk!” ajaknya.
Akhirnya setelah tercapai kesepakatan, singkat cerita kami sudah berada di dalam kamar hotel kumuh yang bertebaran di sana.
Segera kupeluk dan kucium dia, tetapi dia menolaknya.
“Kita mandi dulu deh Mas!” katanya.
Tumben pikirku, kok ada PSK yang menyuruh tamunya mandi dulu sebelum berkencan. Sepertinya mulai ada kesanku secara khusus terhadapnya.
Pada waktu mandi, kusabuni punggung dan payudaranya kemudian kusiram dengan air dan mulai kusedot putingnya. Ia hanya menggerinjal dan berkata”Sabar dulu Mas, nanti saja”. Namun tangannya tidak menolakku, bahkan tangannya yang menyabuni penisku dengan cermat sampai bersih. Tangannya tidak berusaha mengocok selama berada di penisku, benar-benar hanya menyabuni dan membersihkannya.
Selesai mandi dan mengeringkan tubuh, ia segera kupeluk di atas ranjang.
Terkait
“Ihh Mas ini beber-benar nggak sabaran deh. Tuh kan kalau sudah mandi badan jadi seger!” katanya. Aku diam saja dan mulai memainkan payudaranya.
“Sebentar Mas, berbaring aja dulu!” katanya sambil menelentangkan badanku.
Diambilnya cologne biasa, bukan merk mahal, dan diusapkannya di dadaku dan ketiakku.
“Biar harum”, katanya.
Aku semakin terkesan dan mulai menikmati tindakannya. Rasanya dengan uang yang kukeluarkan aku bisa mendapatkan lebih dari yang kuharapkan. Setelah itu barulah ia menciumku dengan lembut. Berdasar cerita dan pengalamanku tidak setiap PSK mau melayani tamunya berciuman bibir. Namun Santi mencium bibirku dengan lembut dan semakin lama semakin kuat menyedot bibirku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...